Disela-sela menunggu kepastian kapan jatuhnya Hari Raya Idul Fitri 1447 oleh MUI, Shanum & Azlan bertandang ke rumah neneknya di Pakisaji sejak Rabu (18 Maret 2026) sore.
Hari ini adalah hari kedua, sebuah perjalanan hari yang sangat normal bagi anak-anak kembar dengan segala tingkah lakunya. Kadang menjadi hari yang tenang, tapi kadang-kadang juga menjadi hari peperangan. Begitulah anak-anak umur setahunan.

Azlan, masih dengan kendala bawaannya, yaitu “susah makan” menjadi PR bagi kami untuk memutar otak agar ada makanan masuk ke perutnya. Berbeda dengan Shanum yang lebih kooperatif dalam hal makan, apa pun menunya.
Keceriaan kedua anak ini diekspresikan dengan bentuk ruang tengah yang “pecah”, berantakan, hancur berantakan. Tapi memang “keberisikan” itulah yang membuktikan ada kehidupan yang berjalan masif di dalam rumah ini.

MUI pusat telah mengumumkan bahwa Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu (21 Maret 2026). Jadi, kita ada kesempatan satu hari pagi pada Jumat untuk menuntaskan puasa.

Jumat pagi, ada ritual baru yang dilakukan Shanum dan Azlan, yaitu pijat sebelum mandi. Tukang pijatnya ya Mbak Buk lah. Ala-ala massage profesional.
