Di sini, saya ingin bercerita tentang kebaikan seorang sahabat, Adithya Yustanto. Sosok visioner yang melahirkan Baby Zu, yang akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat, 19 Juni 2026.
Saya agak lupa kapan tepatnya kami pertama kali bertemu. Yang pasti, itu kisaran belasan tahun lalu ketika ia datang sebagai mahasiswa magang di MalangTV, tempat kerja saya kala itu.
Bibit Ambisius yang Autentik
Kesan pertama saya saat itu: di antara sekian banyak pemagang, Adit adalah sosok yang begitu ambisius tentang ide-ide yang ia perjuangkan. Kala itu, kantor masih menggunakan metode konvensional berbasis Adobe Photoshop untuk mendesain latar belakang program acara. Teknologi 3D sebenarnya sudah berkembang, namun entah karena enggan keluar dari zona nyaman atau terpaksa, orang-orang kantor belum beralih.
Beda dengan Adit. Dia datang membawa laptop sendiri, mengoperasikan aplikasi 3D yang relevan (saya lupa saat itu dia pakai Blender atau Maya). Di setiap sesi pekerjaan yang ditugaskan, Adit selalu mengerjakannya dengan sepenuh hati. Saya kerap menyebutnya bekerja “hingga lupa daratan”. Begitulah cara saya menggambarkan ledakan ambisinya.
Lalu, apakah sosok yang seambisius itu menjadi introvert? Sama sekali tidak. Adit justru mahir membangun keakraban dengan orang-orang kantor. Gayanya khas: anak muda yang haus ilmu, sekaligus memancarkan aura ‘calon CEO’ dengan ciri perilaku siap memimpin sebuah perusahaan besar.
Merintis Mocca dari Sebuah Rumah
Saya kira ambisi besar itu hanya menyala saat ia magang di MalangTV. Ternyata saya keliru. Api itu tetap terjaga hingga ia berhasil membangun usahanya sendiri: Mocca Studio. Sebuah nama yang benar-benar menyatu dengan dirinya. Sekali disebut Mocca, maka yang terlintas di kepala adalah Adit.
Saat saya meliputnya sebagai profil animator yang langka di Malang, saya sudah berani menegaskan bahwa perusahaan yang ia dirikan ini tidak kaleng-kaleng. Ia menggelutinya dengan keseriusan penuh dari kantor kecilnya di Bunul, Kota Malang. Karya-karyanya sejak awal sudah layak disebut berstandar tinggi, berkualitas internasional, dan siap disandingkan dengan animator global.
Ekspansi Luar Biasa di Luar Prediksi
Tahun-tahun berlalu, kami sempat kehilangan kontak langsung. Saya hanya bisa memantau perkembangannya lewat media sosial. Sampai suatu ketika, situasi hidup menuntut saya untuk mencari tantangan baru. Kebetulan, salah satu produk intelektualnya yang bernama Baby Zu sedang membutuhkan seorang editor.
Saya memutuskan memanfaatkan privilege pertemanan lama ini untuk menjemput kesempatan bagus tersebut. Akhirnya, saya bergabung dengan keluarga Baby Zu, walau tidak dalam waktu yang lama.
Di sinilah saya dibuat tercengang. Adit yang dulu saya kenal sebagai owner Mocca di sebuah rumah kecil dengan karyawan kurang dari 10 orang, kini telah memimpin industri animasi dengan ratusan animator. Gila! Ini benar-benar di luar prediksi saya. Kemajuan yang begitu pesat, dan saya menaruh rasa salut yang setinggi-tingginya.
Mocca menggarap berbagai proyek internasional, bahkan Adit tidak ragu menunjukkan taji industrinya di hadapan Deddy Corbuzier. Namun di balik kesuksesan itu, dia tetap menjadi “pelayan terbaik” bagi seluruh anggota keluarga Mocca. Bagi Adit, ini bukan sekadar bisnis. Ini adalah upaya membangun penghidupan manusia agar menjadi manusia seutuhnya.
Momen Terakhir yang Menginspirasi
Namun, takdir seringkali punya rahasia sendiri. Walau Adit telah menjadi perantara bagi ratusan anggota keluarga Mocca dalam menemukan jalan ilmu dan jalan rezeki, manusia tetap memiliki batas. Setelah serangkaian perjuangannya melawan sakit, fisiknya tak lagi mampu mengejar tiap ambisi luhur yang sudah ia rencanakan.
Bagi saya, langkah Adit tidak berhenti di sini. Visinya telah tertancap kuat di pikiran dan hati para sahabat, teman, dan seluruh keluarga besar Mocca.
Adithya Yustanto tidak sekadar meninggalkan orang-orang yang dicintainya. Ia mewariskan pikiran dan hatinya dalam bentuk inspirasi yang begitu kuat.
Sekarang, tugasmu sudah selesai, Dit. Kamu cukup melihat perjuangan orang-orang yang mencintaimu ini dari surga.
Kamu keren. Sungguh keren.